Tanggung Jawab Sosial
Lingkungan & Keselamatan

MTID KAISHE PERFORMANCE FY 2019

MTID telah membentuk Komite KAISHE (Kaiteki Safety Health and Environmental) yang bertujuan untuk untuk melaksanakan dan menangani usaha-usaha meningkatkan nilai-nilai finansial, inovasi teknologi, kontribusi yang berkelanjutan terhadap masyarakat dan bumi, keselamatan dan kesehatan kerja dan pencegahan pencemaran lingkungan.
KAITEKI adalah kondisi berkelanjutan yang nyaman bagi manusia, masyarakat dan bumi kita.

Komite ini melibatkan semua Department yang ada di Manufacturing site dan representatif Jakarta Office dalam melaksanakan program-programnya, komite ini juga mencakup kegiatan tindakan kondisi gawat darurat (emergency condition)

Pengertian dari kondisi emergency adalah bencana gempabumi, kebakaran, tumpahan bahan kimia dan terjadinya ledakan)

Pencapaian Program KAISHE FY 2019 sebagai berikut

  1. Tidak ada keluhan lingkungan
  2. Tidak ada kecelakaan kerja di Manufacturing site
  3. PROPER: Level Biru
  4. Sertifikat ISO 14001 tercapai
  5. Sertifikat SMK3 tercapai
  6. Hemat energi dan pengurangan bahan kimia
  1. Tidak Ada Keluhan Lingkungan

    Sampai hari ini 19 Maret 2020, tidak ada keluhan dari tetangga pabrik dan institusi pemerintah terkait dengan pengelolaan lingkungan.

  2. Tidak ada Kecelakaan Kerja di Manufacturing Site

    Sampai hari ini 19 Maret 2020 telah dicapai 1.724 hari kerja tidak terjadi kecelakaan kerja di Manufacturing site (sejak 30 Juni 2015), berarti sudah hampir 5 tahun. Pencapaian ini patut kita syukuri bersama atas kontribusi dari semua karyawan dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari dan harus kita pertahankan untuk hari-hari berikutnya.

  3. PROPER

    Proper adalah penilaian kinerja perusahaan terkait penaatan lingkungan hidup.
    Untuk Tahun 2019: ada 2.045 perusahaan yang dinilai oleh Pemerintah (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan).
    Peringkat Proper, ada 5 level: EMAS; HIJAU; BIRU; MERAH dan HITAM

    • EMAS: Telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dan telah melakukan upaya 3R (Reduce, Reuse, Recycle), menerapkan sistem pengelolaan lingkungan yang berkesinambungan, serta melakukan upaya-upaya yang berguna bagi kepentingan masyarakat pada jangka panjang
    • HIJAU: Telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan, telah mempunyai sistem pengelolaan lingkungan, mempunyai hubungan yang baik dengan masyarakat, termasuk melakukan upaya 3R (Reduce, Reuse, Recycle)
    • BIRU: Telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang berlaku
    • MERAH: Melakukan upaya pengelolaan lingkungan, akan tetapi baru sebagian mencapai hasil yang sesuai dengan persyaratan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan
    • HITAM: Belum melakukan upaya pengelolaan lingkungan berarti, secara sengaja tidak melakukan upaya pengelolaan lingkungan sebagaimana yang dipersyaratkan, serta berpotensi mencemari lingkungan

    MTID dapat mempertahankan peringkat BIRU (seperti pada tahun-tahun sebelumnya)

  4. ISO 14001

    MTID telah menerapkan sistem manajemen lingkungan yang dibuktikan dengan diperolehnya Sertifikat Sistem Manajemen Lingkungan dati instansi yang berhak menerbitkan setifikat. MTID pertama kali memperoleh sertifikat pada tahun 2004. Audit Pengawasan Terakhir dilakukan pada Januari 2020.

  5. SMK3

    Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Telah diterapkan di MTID sejak 2002. Sertifikasi terakhir dilakukan pada Februari 2020. Untuk SMK3 ini ada 166 kriteria yang harus dipenuhi sesuai dengan PP No. 50 tahun 2012.

  6. Hemat Energi dan Pengurangan Bahan Kimia

    Sebagai tindak lanjut dari Kebijakan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup adalah meningkatkan effisiensi. Untuk itu pengurangan sumber daya harus selalu diupayakan.

    Untuk FY 2019, yang dilakukan antara lain penggantian lampu neon dengan lampu LED, hasil yang diperoleh pengurangan penggunaan listrik 43,8 KwH per bulan yang ekuivalen pengurangan CO2 sebesar 39 Kg/bulan. Aktivitas lainnya adalah menurunkan bahan kimia yang digunakan para proses pengolahan air limbah, hasil yang diperoleh bahan kimia rata-rata yang diturunkan sebesar 57 Kg/bulan.